Desain Greenhose tanaman tomat

Posted by | Posted in Uncategorized | Posted on 26-11-2012

26 NOVEMBER 2012

RANCANGAN TEKNIK GREENHOUSE UNTUK TANAMAN TOMAT

 

Oleh:

Dwisulistyarso S./F14090044

  Dwisulistyarsos09.student.ipb.ac.id

 

 

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

DAFTAR ISI

                                                                                                            Halaman

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………..ii

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………iii.

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………………..iv

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………1

1.1  LATAR BELAKANG ………………………………………………………………..1

1.2  TUJUAN………………………………………………………………………………..2

BAB II DESKRIPSI MASALAH……………………………………………………………..3

BAB III ANALISIS DAN DESAIN…………………………………………………………..5

3.1 ANALISIS ……………………………………………………………………………..5

3.2 DESAIN…………………………………………………………………………………7

BAB IV PEMBAHASAN………………………………………………………………………8

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

 

Halaman

Tabel 1. spesifikasi teknik rumah rancangan rumah tanaman……………………….. 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

 

Halaman

Gambar 1. Gambaran greenhouse untuk budidaya tomat………………………………..4

Gambar 2. Desain Greenhouse budidaya tomat……………………………………………..7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.  Latar Belakang

Greenhouse merupakan alat pelindung tanaman secara tertutup dari bahan yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya berbentuk kasa maupun bahan berlubang, yang mana bahan tersebut diletakkan menyelubungi suatu bahan tanaman dengan ketinggian tertentu sehingga diperoleh iklim basah dan hangat serta bebas dari stress yang menyebabkan pertumbuhan tanaman.Rumah kaca sering kali digunakan untuk mengembangkan bunga, buah dan tanaman tembakau. Selain tembakau, banyak sayuran dan bunga juga dikembangkan di rumah kaca pada akhir musim dingin atau awal musim semi, yang kemudian dipindahkan ke luar begitu cuaca menjadi hangat. Ruangan yang tertutup dari rumah kaca mempunyai kebutuhan yang unik, dibandingkan dengan produksi luar ruangan. Hama dan penyakit, dan panas tinggi dan kelembaban, harus dikontrol, dan irigasi dibutuhkan untuk menyediakan air.

Perkembangan penggunaan kaca sebagai bahan penutup greenhouse di Indonesia sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan penggunaan plastik maka istilah rumah kaca sebagai terjemahan greenhouse sudah kurang tepat lagi. Agar lebih mencerminkan fungsi greenhouse sebagai bangunan perlindungan tanaman dibandingkan dengan penggunaan bahan penutup yang terus berkembang maka diperkenalkan istilah rumah tanaman sebagai terjemahan greenhouse (Suhardiyanto, 2009).

Adaptasi tipe greenhouse untuk wilayah Indonesia sangat diperlukan untuk penyesuaian dengan kondisi iklim di Indonesia. Oleh karena itu, Herry Suhardiyanto mengembangkan  greenhouse tipe modified standard peak greenhouse (MSPG) untuk wilayah Indonesia. Greenhouse ini merupakan modifikasi dari span roof atau standard peak greenhouse.

Greenhouse tipe ini digunakan di indonesia karena sesuai dengan kondisi iklim Indonesia yang memiliki intensitas radiasi matahari dan curah hujan yang tinggi. Bentuk atap berundak dengan kemiringan tertentu mempercepat aliran air hujan ke arah ujung bawah atap. Bentuk atap standar peak dengan kemiringan sudut atap 250 – 300 tergolong optimal dalam mentranmisikan radiasi matahari.

 

b. Tujuan

  1. Membuat rancangan greenhouse untuk produksi buah tomat yang berkapasitas 1000 tanaman.
  2. Menggambarkan greenhouse yang paling sesuai untuk produksi buah tomat berkapasitas 1000 tanaman dengan menggunakan Autocad.

 

 

 

 

 

BAB II

DESKRIPSI MASALAH

Satu buah rumah tanaman untuk produksi buah tomat yang berkapasitas 1000 tanaman. Tiap bibit tomat yang ditanama di dalam greenhouse tersebut tersedia dalam bentuk polybag yang berukuran 35 x 40 cm (penampang atasnya). Kemudian bibit tomat tersebut ditata didalam greenhouse sesuai dengan jarak tanaman yang diinginkan (pada umumnya menggunakan jarak tanaman antar bedengan ± 100 cm dan antar tanaman ± 50 cm). Tipe greenhouse yang digunakan adalah Single-pan Standard Peak Greenhouse. Bahan konstruksinya menggunakan kayu atau bambu dengan kasa plastik transparan. Ketinggian maksimu pohon tomat bisa mencapai 170 cm.

 

Tabel 1. spesifikasi teknik rumah rancangan rumah tanaman (greenhouse).

 

Sumber:http://ediskoe.blogspot.com/2010/01/greenhouse-menuju-standarnasional.html

 

Rumah tanaman (greenhouse) dapat diklasifisikasikan berdasarkan jenis bahan konstruksi dan berdasarkan ukuran luas bangunannya. Berdasarkan jenis bahan konstruksi rumah tanaman dibagi menjadi dua yaitu rumah kasa dengan bahan konstruksi logam dan rumah kasa dengan bahan konstruksi non-logam (kayu atau bambu). Sementara rumah tanaman berdasarkan ukuran luas bangunan dibagi menjadi tiga yaitu rumah kasa kecil yang memiliki luas bangunan kurang dari 60 m2, rumah kasa sedang dengan luas bangunan anatar 60-200 m2 dan rumah kasa besar dengan luas bangunan lebih dari 200 m2.

Salah satu bentuk greenhouse yang banyak digunakan di Indonesia adalah modified standard peak greenhouse yang sesuai dengan kondisi iklim Indonesia. Bentuk atap berundak dengan kemiringan tertentu mempercepat aliran air hujan ke arah ujung bawah atap. Kemiringan sudut atap 25-35° tergolong optimal dalam mentransimisikan radiasi matahari. Untuk daerah tropika basah, atap rumah sebaiknya tidak menggunakan bahan plastik film. Polythylene dengan  UV stabilizer dapat menjadi pilihan karena memiliki umur pakai yang lebih lama dibandingkan dengan menggunakan polythylene biasa (Suhardiyanto et al, 2009).

 

Gambar 1. Gambaran greenhouse untuk budidaya tomat yang direncanakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ANALISIS DAN DESAIN

 

  1. A.  Analisis

Diketahui :

  • Kapasitas greenhouse tanaman tomat    = 1000 tanaman
  • Ukuran polybag tanaman tomat              = 35 x 40 cm
  • Jarak tanaman antar bedengan              = ± 100 cm
  • Jarak antar tanaman                               = ± 50 cm

Ditanya: Rancang bangun greenhouse yang sesuai.

Jawab :

  1. 1.    Penentuan Luas Bangunan Greenhouse

Menggunakan metode optimasi desain Langrange Multipliers :

Lebar              = 35X + 100 ( X – 1) + 200 = 135X + 100

Panjang          = 35Y + 50 – ((17.5)2) ( Y – 1) + 200 =  50Y + 185

Luas               = 6750XY + 24975X + 5000Y +18500

Misal

X = Jumlah Bedengan

Y = Jumlah Tanaman tiap Bedengan

 

Sehingga :

Fungsi Tujuan :  L = 6750XY + 24975X + 5000Y +18500

Fungsi Kendala          : XY = 1000

 

Metode Optimasi Desain Langrange Multipliers :

LE       =  fungsi tujuan + λ(fungsi kendala)

LE       = 6750XY + 24975X + 5000Y +18500 + λ(XY-1000)

Maka pada titik optimum harus dipenuhi :

 

 

 

 

 

Maka :

Maka :

dLE/dX = 6750 Y + 24975 + λY = 0………………………………………….. (1)

dLE/dY = 6750 X  + 5000 + λX = 0……………………………………………. (2)

dLE/dλ = XY – 1000………………………………………………………………… (3)

 

Dari persamaan( 3) :

XY = 1000          X = 1000/Y…………………………………………………….. (4)

 

Dari persamaan (1) :

6750 Y + 24975 + λY = 0 àY(6750 + λ) + 24975 = 0

(6750 + λ) = – 24975/Y…………………………………………………………….. (5)

 

Dari persamaan (2) :

6750 X +5000 + λX = 0 àX(6750 + λ) + 5000 = 0

(6750 + λ) = – 5000/X………………………………………………………………. (6)

 

Subtitusi persamaan (5) kepersamaan (6) :

-24975/Y = -5000/X àX = 0.2Y………………………………………………… (7)

 

Subtitusi persamaan (7) kepersamaan (4) :

0.2 Y = 1000/Y

0.2Y2  = 1000

Y      = 71

X = 0.2 Y

= 0.2 (71) = 14.2 à 14

Sehingga :

Panjang bangunan greenhouse = 135 (14) + 100 = 1990 cm

Lebar bangunan greenhouse = 50 (71) + 185 = 3735 cm

 

Jadi rancang bangun greenhouse yang akan dibangun adalah dengan ukuran (1990 x 3735) cm dengan jumlah bedengan yang terdapat di dalam greenhouse adalah sebanyak 14 buah dan jumlah tanaman tiap bedengan sebanyak 71 tanaman

 

B. Desain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Desain Greenhouse budidaya tomat

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Bangunan greenhouse dibedakan menjadi beberapa bentuk. Bentuk-bentuk ini dirancang menurut penyesuaian dengan kondisi lingkungan di sekitar  lahan perancangan greenhouse. Bentuk atau desain ini selain berpengaruh pada kekuatan struktur juga sangat berpengaruh pada kondisi mikroklimat di dalam greenhouse. Desain greenhouse daerah tropis ditandai dengan banyaknya bukaan ventilasi. Karena problem utama dari greenhouse di wilayah tropis adalah suhu udara yang terlalu tinggi akibat radiasi sinar infra merah.

Greenhouse yang dirancang disesuaikan dengan kapasitas tanaman yang akan dibudidayakan didalamnya. Dimensi greenhouse diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan fungsi kendala yang ada yaitu harus mampu menampung 1000 tanaman tomat yang akan dibudidayakan dengan jarak tanam 50 m antar tanaman dalam satu bendengan dan 100 m antar bendengan. Dimensi rumah tanaman yang diperoleh panjang 37.35 m dan lebarnya 19.90 m. Berdasarkan luas yang telah dihitung, maka tinggi greenhouse harus lebih dari 6 m. Pada bangunan ini digunakan tinggi sebesar 10.1 m. Jumlah bedengan yang terdapat di dalam greenhouse adalah sebanyak 14 buah dan jumlah tanaman tiap bedengan sebanyak 71 tanaman

Pembuatan greenhouse dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berada di sekitar lingkungan tersebut, antara lain : (1) intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi pada musim hujan, (2) suhu yang cukup dan mendukung, dalam arti tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin, (3) dekat dengan pusat keramaian/pasar, (4) dekat sumber air yang baik dan cukup sepanjang tahun, (5) dekat dengan instalasi listrik, (6) tempatnya harus datar tidak boleh mempunyai kemiringan (7) tanah yang digunakan merupakan tanah yang tidak bergerak dan terakhir (8) dekat dengan sarana penunjang seperti kantor, laboratorium, jalan besar (mudah dijangkau kendaraan) untuk mempermudah pengawasan dan penggunaannya.

Pada rancangan ini, akan digunakan greenhouse tipe atap standar peak dengan kemiringan 25˚. Bentuk atap ini mempercepat aliran air hujan ke arah ujung bawah atap dan tergolong optimal dalam mentransmisikan radiasi matahari. Bahan yang digunakan untuk pembuatan atap ini adalah glass-transfluent. Dindingnya terbuat dari screen yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari hama tanaman dan kontaminasi dari lingkungan di luar greenhouse tanpa memerangkap sinar berlebihan yang dapat merugikan bagi komoditas tanaman di dalamnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Suhardiyanto, Herry. 2009. Teknologi Rumah Tanaman untuk Iklim Tropika Basah : Pemodelan dan Pengendalian Lingkungan. Bogor : IPB Press.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuknya..

Posted by | Posted in Kata Hatiku | Posted on 14-11-2012

impiku mengepakan sayap menjulang ke angkasa
bergerak bebas kesana kemari  tanpa lelah
mengejar sang surya yang seakan tenggelam
tuk meraih sebuah impian nyata

kulebarkan mulutku yang terdiam
kubuat lengkungan cekung yang ramah
hanya satu alasan yang kubuat
menutup semua penyesalan yang ada dengan sebuah senyuman

tak pernah kuberkeluh kesah kepada yg tersayang
tak pernah kumenangis kepada yg tercinta
tak pernah kumerengek kepadan yg utama
untuk sang bunda yang menghadirkanku didunia penuh semangat

cukup untukku termenung di sudut terpuruk
menanti tangan-tangan yang mengulur
cukup ku merintih pedih seakan memburuk
melihat penyesalan yang tak berujung

kini kubangkit
kini kutertawa
kini kusemangat
untuknya kupersembahkan
cinta anak kepada sang bunda

Hello world!

Posted by | Posted in Uncategorized | Posted on 14-11-2012

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!